Refleksi 55 : Jejak Usia, Jejak Silaturahmi

Minggu, 18 Januari 2026 Last Updated 2026-01-18T06:40:22Z


Oleh : Adrinal Tanjung

Seminggu setelah peluncuran buku Refleksi 55: The Power of Silaturahmi, rasa hangat itu masih tinggal. Bukan hanya karena acaranya berjalan sesuai harapan, tetapi karena buku ini lahir dari perjumpaan, dukungan, dan kepercayaan banyak orang. Di titik ini, saya semakin menyadari bahwa menulis tidak pernah benar-benar menjadi kerja seorang diri. Ia selalu melibatkan banyak hati.

Peluncuran buku tersebut menjadi ruang silaturahmi yang penuh makna. Kehadiran Deputi PPKD BPKP, Dr. Setya Nugraha dan istri,  keluarga, serta pegiat literasi, baik secara langsung maupun daring, adalah pengingat bahwa perjalanan hidup dan kepenulisan saya selama ini ditopang oleh jejaring yang tulus. Setiap dukungan sekecil apa pun memiliki arti yang besar.


Buku ini memuat catatan perjalanan dinas, perjalanan spiritual ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah, termasuk perjalanan singkat ke Turki. Namun lebih dari sekadar kisah perjalanan, ia adalah kumpulan pertemuan. Pertemuan dengan tempat, dengan peristiwa, dan terutama dengan manusia-manusia baik yang memberi warna dalam setiap fase kehidupan.

Menariknya, buku ini tidak lahir dari rencana besar yang disusun rapi sejak awal. Ia justru bermula dari sebuah percakapan sederhana saat perjalanan dinas ke Provinsi Maluku Utara pada pertengahan Mei 2025. Saat itu, tanpa beban, saya menyampaikan niat menulis dan menerbitkan buku ini kepada Bapak Tri Wibowo Aji, Kepala Perwakilan BPKP Maluku Utara. Sambutan beliau yang hangat dan penuh dukungan menjadi titik awal yang menentukan. 


Dari percakapan itulah niat menemukan keberanian, dan langkah kecil mulai dijalankan. Kini, beliau mendapat amanah baru sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, dan rasa hormat serta terima kasih saya sampaikan dengan penuh ketulusan.

Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada para rekan, sahabat, dan tokoh yang kisahnya berkenan dimuat dalam buku ini. Setiap nama yang hadir bukan sekadar pengisi halaman, melainkan bagian dari perjalanan yang saling menguatkan. Tanpa keikhlasan mereka berbagi cerita dan ruang, buku ini tidak akan pernah rampung dan terbit.


Sebelum Mei 2025, saya telah menulis sejumlah catatan di laman Yayasan Pusako Adrinal Tanjung. Tulisan-tulisan itu mengalir sebagai refleksi harian, tanpa niat khusus untuk dikompilasi. Namun waktu, perjumpaan, dan dukungan banyak pihak perlahan menyatukannya menjadi sebuah buku. Dari sanalah saya kembali belajar bahwa karya sering kali lahir tanpa direncanakan, namun dipertemukan oleh kesempatan.

Kini, di usia yang hampir genap 55 tahun, duduk di Pantai Sanur pada pagi menjelang siang, saya menengok ke belakang dengan rasa syukur. Dua dekade berkarya lewat tulisan dan buku, hampir tiga dekade mengabdi di birokrasi pemerintahan, serta begitu banyak perjumpaan yang membentuk cara pandang dan cara bersyukur. Refleksi 55 menjadi penanda kecil dari perjalanan panjang itu bukan sebagai puncak, melainkan sebagai jeda untuk mengingat dan menyampaikan rasa terima kasih.


Pada akhirnya, buku ini adalah ungkapan syukur. Syukur atas perjalanan, syukur atas perjumpaan, dan syukur atas silaturahmi yang tak pernah putus. Semoga setiap halaman yang ditulis dan dibaca dapat menjadi pengingat bahwa hidup, betapapun penuh kejutan, selalu menyediakan ruang kebaikan bagi mereka yang mau melangkah dengan hati terbuka. Semoga semangat berkarya terus menyala. 

Pantai Sanur, 18 Januari 2026

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Refleksi 55 : Jejak Usia, Jejak Silaturahmi

Trending Now

Profil

iklan