Menikmati Pagi, Menghitung Berkah

Minggu, 18 Januari 2026 Last Updated 2026-01-18T07:55:33Z


Oleh : Adrinal Tanjung

Menikmati udara pagi di Pantai Sanur adalah cara sederhana untuk kembali mengingat makna hidup. Angin laut berembus pelan, matahari perlahan naik tanpa tergesa, dan langkah kaki terasa lebih ringan. Di saat seperti inilah rasa syukur menemukan ruangnya. Bersyukur kepada Ilahi atas usia yang masih diberi, kesehatan yang terjaga, dan kesempatan untuk menjalani hari dengan penuh kesadaran.


Pulau Dewata menghadirkan keindahan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menenangkan batin. Di tengah tugas sebagai abdi negara, pagi-pagi seperti ini menjadi ruang hening untuk merasakan hidup apa adanya. Menyadari bahwa kebahagiaan sering kali hadir bukan dari hal besar, melainkan dari kesanggupan menikmati momen kecil dengan hati yang lapang.

Di sanalah menulis menemukan maknanya. Menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi menjadi cara merawat rasa syukur, mengendapkan pengalaman, dan mengikat waktu agar tidak berlalu begitu saja. Setiap pagi yang tenang, setiap langkah yang disadari, adalah bahan baku karya yang lahir dari hati. Harapan pun disematkan dengan sederhana—semoga dalam waktu dekat, catatan-catatan tentang Pulau Dewata dapat terhimpun menjadi karya yang utuh dan bermakna.


Pada akhirnya, hidup tidak selalu meminta kita berlari lebih cepat, melainkan melangkah dengan lebih sadar. Jika pagi masih bisa dinikmati, jika napas masih terhirup dengan tenang, maka itulah tanda bahwa harapan masih bekerja. Semoga setiap langkah ke depan diliputi kemudahan, setiap karya menjadi jalan kebaikan, dan setiap hari—di mana pun kaki berpijak—selalu menghadirkan alasan baru untuk bersyukur dan menyalakan cahaya makna dalam hidup.

Pantai Sanur, 18 Januari 2026

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menikmati Pagi, Menghitung Berkah

Trending Now

Profil

iklan