Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pagi ini terasa berbeda. Bisa batamu jo Uda Uni, senior dan yunior IKA FEB Unand
Di ruangan ini, kita tidak hanya dipertemukan sebagai alumni. Kita dipertemukan oleh waktu, oleh perjalanan, dan oleh kerinduan untuk kembali saling menyapa setelah Ramadan yang telah kita lalui bersama.
Sebuah acara Halal bi Halal
Halal bi Halal bukan sekadar berjabat tangan. Ia adalah momen untuk kembali menyambung hati—yang mungkin sempat berjauhan oleh kesibukan dan perjalanan hidup masing-masing.
Dan pagi ini, izinkan saya membawa sedikit cerita.
Hampir enam bulan saya berada di Pulau Dewata. Menjalani tugas, menjalani hari-hari yang kadang terasa biasa, namun diam-diam menyimpan banyak makna. Di sela perjalanan itu, saya belajar berhenti sejenak… lalu menulis.
Menulis tentang pulang.
Menulis tentang rasa.
Menulis tentang hal-hal kecil yang ternyata sangat berarti.
Dari proses sederhana itu, lahirlah sebuah buku: Menulis Jalan Pulang: 60 Hari di Pulau Dewata.
Buku ini bukan tentang kesempurnaan. Ia adalah tentang kejujuran. Tentang bagaimana kita menerima hidup apa adanya, dan tetap melangkah dengan penuh rasa syukur.
Hari ini, di momen yang penuh kehangatan ini, saya ingin mempersembahkan sebuah langkah kecil—menyerahkan dummy buku ini kepada Ketua IKA FEB Unand, Bapak Darmansyah.
Bagi saya, beliau bukan hanya seorang sahabat seperjuangan. Beliau adalah bagian dari perjalanan masa lalu—rekan satu angkatan sejak SMA Negeri 2 Padang, yang tumbuh dalam ruang dan waktu yang hampir sama, lalu melangkah dengan jalan yang berbeda.
Namun dari perjalanan itu, saya melihat satu hal yang sama: ketekunan.
Ketekunan untuk terus berjalan.
Ketekunan untuk tetap rendah hati.
Ketekunan untuk menjaga integritas, hingga hari ini beliau dipercaya mengemban amanah di Otoritas Jasa Keuangan.
Penyerahan ini mungkin sederhana dan tidak besar.
Namun saya percaya, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus, akan menemukan maknanya sendiri.
Dan mungkin, dari tulisan yang sederhana ini, kita diingatkan kembali… bahwa hidup tidak harus selalu luar biasa untuk menjadi berarti.
Cukup dijalani dengan kesungguhan.Cukup dijaga dengan keikhlasan.
Dan cukup disyukuri, dalam setiap langkahnya.
Wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

