Oleh : Adrinal Tanjung
Pagi ini, bahkan sebelum jarum jam menunjukkan pukul enam, saya sudah bergerak meninggalkan tempat tinggal menuju Jalan Teuku Umar, Denpasar. Udara pagi masih terasa sejuk. Lalu lintas belum terlalu ramai. Di sepanjang perjalanan, saya mencoba mengingat beberapa titik jalan yang sebelumnya pernah saya lalui. Tujuan saya sederhana, menuju sebuah lokasi di Jalan Mahendradatta.
Ini adalah kali ketiga saya menuju ke sana. Pada perjalanan-perjalanan sebelumnya, saya masih mengandalkan petunjuk arah dan sesekali merasa ragu ketika harus memilih jalur yang tepat. Maklum, saya masih dalam proses mengenal kota yang baru saya tinggali beberapa bulan terakhir.
Namun pagi ini terasa berbeda. Satu per satu penanda jalan mulai saya ingat. Belokan yang sebelumnya terasa asing kini mulai terasa akrab. Jalan yang dulu membuat saya ragu kini terasa lebih mudah dikenali. Dan yang paling membahagiakan, saya tiba di tujuan tanpa tersesat. Sebuah pencapaian yang mungkin terlihat sederhana, tetapi cukup membuat saya tersenyum.
Di tengah perjalanan itulah sebuah pemikiran muncul. Betapa sering dalam kehidupan kita terlalu banyak berpikir sebelum melangkah. Kita membayangkan berbagai kemungkinan buruk. Kita mengkhawatirkan berbagai hambatan yang belum tentu terjadi. Kita menyusun begitu banyak skenario, hingga akhirnya kehilangan keberanian untuk memulai. Padahal sering kali kenyataan tidak sesulit yang dibayangkan.
Jalan menuju Mahendradatta pagi ini mengingatkan saya pada banyak hal dalam kehidupan. Ketika pertama kali melewati rute tersebut, semuanya terasa membingungkan. Ada kekhawatiran tersesat. Ada rasa tidak yakin. Ada banyak pertanyaan dalam pikiran. Namun setelah dijalani beberapa kali, jalan itu ternyata menjadi lebih mudah. Begitulah kehidupan.
Banyak hal yang awalnya terlihat rumit sebenarnya hanya membutuhkan keberanian untuk memulai. Setelah dijalani, kita akan menemukan ritme, memahami arah, dan mengenali jalan yang harus ditempuh. Sayangnya, kita sering terjebak dalam overthinking. Terlalu banyak rencana. Terlalu banyak pertimbangan. Terlalu banyak kekhawatiran. Terlalu banyak menunggu waktu yang dianggap sempurna. Akibatnya, langkah yang seharusnya bisa dilakukan hari ini justru tertunda.
Kemajuan yang seharusnya bisa diraih perlahan akhirnya terhambat oleh pikiran kita sendiri. Padahal hidup tidak selalu meminta kita untuk mengetahui seluruh jawabannya sejak awal. Hidup hanya meminta kita untuk mengambil langkah berikutnya. Hari ini. Bukan besok. Bukan ketika semua sudah pasti. Bukan ketika seluruh risiko sudah hilang. Melainkan hari ini, dengan segala keterbatasan yang ada.
Semakin bertambah usia, saya semakin menyadari bahwa tidak semua persoalan harus dipikirkan terlalu lama. Ada saatnya berpikir diperlukan agar langkah yang diambil tetap bijaksana. Namun ada saatnya pula tindakan jauh lebih penting daripada terlalu banyak pertimbangan.
Karena tidak sedikit kemajuan yang lahir bukan dari rencana yang sempurna, melainkan dari keberanian untuk memulai. Hari ini adalah hadiah. Hari ini adalah kesempatan.
Hari ini adalah ruang yang diberikan kepada kita untuk melakukan sesuatu yang bermakna.
Menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Menulis beberapa halaman buku. Menghubungi sahabat yang lama tidak berjumpa. Belajar hal baru. Berbuat baik kepada sesama. Atau sekadar melangkah lebih jauh dibandingkan kemarin. Ketika fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini, hidup terasa lebih ringan. Pikiran menjadi lebih tenang. Langkah menjadi lebih mantap. Dan kita menyadari bahwa banyak hal ternyata tidak sesulit yang selama ini dibayangkan.
Pagi ini, perjalanan menuju Jalan Mahendradatta memberi saya pelajaran sederhana namun berharga. Kadang-kadang kita tidak membutuhkan lebih banyak kekhawatiran.
Kita hanya membutuhkan satu langkah berikutnya. Nikmati hari ini. Lakukan yang bisa dilakukan hari ini. Syukuri yang dimiliki hari ini.
Dan jangan biarkan terlalu banyak pikiran menghalangi langkah yang sebenarnya sudah siap untuk dijalankan. Karena sering kali, jalan yang tampak rumit akan menjadi jelas setelah kita mulai berjalan. Nikmati hari ini. Not overthinking. Just keep moving forward.
Kota Denpasar, 23 Juni 2026




