Oleh : Adrinal Tanjung
"Menulis adalah cara paling jujur untuk merawat perjumpaan dan mengabadikan makna perjalanan.”
Saya sudah berada kembali di Kota Denpasar, Pulau Dewata. Setelah beberapa hari bertemu keluarga di Jakarta. Kembali ke tempat tugas yang kini perlahan terasa akrab dan bersahabat. Namun sesaat sebelum terbang di Hari Senin malam, sebuah kabar datang dan memberi warna tersendiri dalam perjalanan ini. Tentang pergantian pimpinan di Perwakilan BPKP Bali. Dari Bapak Heru Tarsila, sebagai pejabat lama, kepada Bapak Tri Wibowo Aji, sebagai pejabat baru.
Perjalanan ini terasa istimewa karena ia bukan sekadar perpindahan ruang dan waktu, melainkan juga pertemuan nilai dan kesinambungan pengabdian. Di balik setiap estafet kepemimpinan, selalu ada cerita tentang tanggung jawab yang diteruskan, tentang amanah yang dijaga, dan tentang harapan yang dititipkan.
Dengan Pak Heru Tarsila, perkenalan kami terbilang singkat, sekitar tujuh minggu terakhir. Namun justru dalam waktu yang terbatas itu, saya merasakan interaksi yang hangat dan menenangkan. Aura kebapakan begitu kuat, sosok yang tenang, akomodatif, dan memberi ruang dialog. Sosok yang menghadirkan rasa nyaman, terutama bagi saya yang masih berada dalam fase adaptasi di Bali. Dari beliau, saya belajar bahwa ketenangan adalah salah satu bahasa paling jujur dalam kepemimpinan.
Berbeda dengan Pak Heru, kisah perkenalan saya dengan Pak Tri Wibowo Aji memiliki lintasan yang lebih panjang. Kami beberapa kali berkomunikasi melalui WhatsApp, hingga akhirnya bertemu langsung pada Mei 2025 lalu di Ternate, saat saya melakukan kunjungan dinas ke Perwakilan BPKP Maluku Utara. Dalam pertemuan itu, kami berdiskusi dalam tiga momen yang berbeda, tentang penugasan tim ke Maluku Utara, tentang pengalaman kerja dan keluarga, hingga obrolan santai yang mengalir hangat sebelum saya kembali ke Jakarta keesokan harinya.
Dari Maluku Utara itulah, sebuah inspirasi lahir. Keindahan alam, kehangatan perjumpaan, dan kedalaman diskusi menjadi benih bagi penulisan buku Refleksi 55 : The Power of Silaturrahmi. Dalam kesempatan itu pula, saya menyampaikan rencana penulisan buku tersebut kepada Pak Tri Wibowo Aji. Tanpa banyak kata, beliau memberikan dukungan yang konkret, dukungan yang hadir tepat waktu dan memberi keyakinan untuk terus melangkah.
Enam bulan kemudian, naskah Refleksi 55 rampung dan siap terbit. Sebuah proses yang kembali mengajarkan saya bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya tercermin dalam kebijakan dan keputusan, tetapi juga dalam cara memberi ruang tumbuh bagi orang lain dan karya-karyanya.
Kini, hidup menghadirkan kejutan lain. Dari Maluku Utara yang menjadi sumber inspirasi, saya justru kembali dipertemukan dengan Pak Tri Wibowo Aji di Pulau Dewata. Kali ini dalam peran beliau sebagai Kepala Perwakilan BPKP Bali. Perjalanan ini terasa seperti lingkar yang saling terhubung, seolah setiap perjumpaan telah disiapkan untuk menemukan maknanya di waktu yang tepat.
Banyak kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan. Diantaranya kompetensi teknis dan manajerial, kekuatan mental dan spiritual, ketenangan dalam pengambilan keputusan, serta kemampuan menjadi penggerak bagi organisasi. Saya meyakini bahwa dua sosok pimpinan yang hadir dalam fase perjalanan ini yaitu Pak Heru Tarsila dan Pak Tri Wibowo Aji memiliki kualitas-kualitas tersebut, masing-masing dengan karakter dan kekuatannya sendiri.
Saya sendiri baru hampir dua bulan bertugas di BPKP Bali. Perlahan, Pulau Dewata menghadirkan rasa nyaman. Bekerja tetap menjadi tugas utama, amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Namun Bali juga mengajarkan keseimbangan, tentang bekerja dengan sungguh-sungguh, sekaligus menjaga ruang untuk merenung, bersyukur, dan terus berkarya.
Dari Maluku Utara ke Pulau Dewata, perjalanan ini bukan hanya tentang perpindahan tempat, melainkan tentang kesinambungan nilai dan pengabdian. Tentang bagaimana pertemuan, kepemimpinan, dan karya saling menyapa dalam satu lintasan hidup.
Selamat datang di Pulau Dewata, Bapak Tri Wibowo Aji. Semoga amanah kepemimpinan di Perwakilan BPKP Bali senantiasa diberi kelancaran, kekuatan, dan kebijaksanaan. Besar harapan kami, di bawah kepemimpinan Bapak, kinerja Perwakilan BPKP Bali semakin meningkat, kolaborasi semakin kuat, dan pengabdian kepada negara kian bermakna. Semoga saja.
Kota Denpasar, 3 Januari 2026





