Oleh : Adrinal Tanjung
Ada hari-hari tertentu…ketika jarak terasa begitu dekat,
dan kebersamaan hadir tanpa harus benar-benar bersua.
Mengikuti pembicaraan via WhatsApp Grup FKKBA dari pagi hingga sore,
sambil menyaksikan rangkaian acara Halal bi Halal Keluarga Besar Akuntansi Universitas Andalas.
Raga ini tetap di Pulau Dewata,
namun hati… seolah berada di sana. Di tengah canda, tawa, dan cerita yang kembali dipertemukan oleh waktu.
Ada rasa yang mengalir pelan
namun cukup untuk mengingatkan bahwa kita pernah berada di kampus yang sama. Di Kampus Perintis Kemerdekaan 77 dan Kampus Limau Manis pernah berjuang bersama meraih cita cita
Hampir 50 tahun perjalanan keluarga besar Akuntansi Unand, tentu bukan sekadar hitungan usia.
Ia adalah sebuah jejak yang panjang tentang hubungan yang tidak lekang oleh waktu, meski masing-masing telah melangkah jauh dengan jalannya sendiri.
Acara Halal bi Halal kemaren kembali mempersatukan rasa
Saya menyadari…
betapa menjadi bagian dari keluarga besar Akuntansi Unand ini adalah sebuah anugerah.
Di antara para senior dengan segala prestasi dan capaian.
Dan para yunior yang juga tak kalah prestasinya dengan para senior. Satu hal yang terus dijaga untuk saling memberi dukungan meraih kesuksesan.

Beberapa di antara mereka,
yang dalam diam… telah menjadi bagian dari perjalanan kepenulisan saya.
Memberi dukungan, memberi ruang, agar semangat berkarya tetap hidup. Agar langkah ini tak pernah berhenti
Kemarin, saya belajar kembali,
bahwa kebersamaan tidak selalu membutuhkan kehadiran raga.
Ada kebersamaan yang hidup dalam ingatan dan dalam rasa yang tidak pernah benar-benar pergi. Dan mungkin disitulah letak kekuatan sebuah hubungan— ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Pagi ini saya kembali mendengarkan tembang nostalgia Andaikan Kau Datang Kembali
Lagu lama yang sederhana,namun menghadirkan kehangatan yang sulit dijelaskan.
Seolah membawa kembali potongan-potongan kenangan—
tentang kebersamaan, tentang pertemuan, tentang rindu yang tak selalu terucap.
Di Canggu yang tenang,
lagu itu terasa menghangatkan jiwa…
meski raga berada jauh dari tempat kebersamaan itu berlangsung.
Ada harapan yang pelan-pelan tumbuh.
Semoga pada Halal bi Halal berikutnya,
langkah ini benar-benar sampai.
Duduk bersama, tanpa jarak.
Dan tertawa… tanpa sekat.
Dan dalam keheningan di Canggu Pulau Dewata yang menenangkan
saya kembali memahami…
bahwa ada tempat-tempat dalam hidup
yang tidak pernah benar-benar kita tinggalkan.
Mungkin, inilah cara Tuhan menjaga silaturahmi— tidak selalu dengan pertemuan, tetapi dengan rasa yang tetap dipertautkan. Ada ingatan yang tetap hidup, meski waktu terus berjalan.
Kita dipertemukan… bukan tanpa alasan.
Kita dipisahkan oleh jarak… bukan tanpa makna. Dan di antara keduanya,Tuhan mengajarkan kita
untuk tetap terhubung dengan hati.
Semoga perjalanan dan kebersamaan yang pernah dilalui menjadi kebaikan yang terus mengalir.
Menjadi amal yang tidak terputus, dan menjadi penguat langkah di perjalanan masing-masing. Sampai jumpa lagi di HBH berikutnya. Jangan lupa bahagia.
Canggu Kuta Utara, 12 April 2026

