Ketika Sebuah Buku Menemukan Pembacanya

Jumat, 03 Juli 2026 Last Updated 2026-07-03T01:25:27Z


Oleh : Adrinal Tanjung

Pagi ini saya memiliki waktu sekitar satu jam. Waktu yang singkat, tetapi saya ingin menggunakannya untuk melakukan sesuatu yang bagi seorang penulis memiliki makna yang cukup besar yaitu mempertemukan sebuah buku dengan para pembacanya.

Buku berjudul  Menulis Jalan Pulang: 60 Hari di Pulau Dewata baru saja terbit. Buku ini lahir bukan semata-mata dari rangkaian kata, melainkan dari perjalanan batin selama enam puluh hari pertama saya mengabdi di Pulau Dewata. Di dalamnya ada kegelisahan, harapan, keberanian, rasa syukur, dan pelajaran hidup yang saya temukan di setiap langkah.


Ada yang pernah bertanya kepada saya, "Apakah tidak sungkan menawarkan buku yang ditulis sendiri?" Saya selalu tersenyum mendengar pertanyaan itu. Dulu, jawabannya adalah iya. Ada rasa canggung. Ada rasa khawatir dianggap sedang berjualan. Ada rasa tidak enak karena harus menawarkan karya sendiri kepada rekan dan sahabat. Namun semakin lama menjalani dunia literasi, saya menyadari bahwa memperkenalkan sebuah buku bukan sekadar menawarkan barang.

Saya sedang memperkenalkan gagasan. Saya sedang membagikan pengalaman. Saya sedang mengajak orang lain ikut berjalan dalam perjalanan yang pernah saya lalui. Tentu tidak semua orang akan tertarik. Tidak semua orang akan membeli. Dan saya belajar menerima kenyataan itu dengan lapang hati. Sebab setiap orang memiliki kebutuhan dan minat yang berbeda.


Keberhasilan seorang penulis bukan semata-mata diukur dari banyaknya buku yang terjual. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika ia berani memperkenalkan karya yang lahir dari ketulusan.

Pagi ini kembali mengingatkan saya bahwa menulis dan menerbitkan buku hanyalah separuh perjalanan. Separuh perjalanan berikutnya adalah mempertemukan buku dengan pembacanya. Perjalanan itulah yang membutuhkan keberanian, kerendahan hati, dan kesabaran. Saya percaya, setiap buku memiliki takdirnya sendiri.

Ada yang segera menemukan pembacanya. Ada yang membutuhkan waktu. Ada yang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya hingga akhirnya sampai kepada seseorang yang benar-benar membutuhkannya. Tugas seorang penulis hanyalah menulis sebaik mungkin, memperkenalkan karyanya dengan tulus, lalu menyerahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa.


Saya percaya, sebuah buku akan menemukan maknanya ketika sampai ke tangan pembacanya. Karena itu, apabila Bapak, Ibu, rekan, dan sahabat berkenan memiliki Menulis Jalan Pulang: 60 Hari di Pulau Dewata, saya mengucapkan terima kasih yang tulus. Dukungan tersebut bukan sekadar menambah jumlah buku yang sampai kepada pembaca, tetapi juga menjadi penyemangat bagi saya untuk terus merangkai kata, terus belajar, dan terus menghadirkan karya-karya yang memberi manfaat.


Semoga setiap halaman yang dibaca menghadirkan inspirasi, mempererat silaturahmi, dan mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan hidup selalu menyimpan pelajaran yang layak dibagikan. Bagi seorang penulis, kebahagiaan terbesar bukanlah ketika bukunya selesai dicetak. Kebahagiaan itu hadir ketika tulisannya dibaca, direnungkan, lalu memberi arti bagi kehidupan orang lain. Saat itulah sebuah buku benar-benar menemukan pembacanya. Semoga memberi  inspirasi.

Kota Denpasar, 2 Juli 2026

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketika Sebuah Buku Menemukan Pembacanya

Trending Now

Profil

iklan